|| MISTERI PASAR BUBRAH ||
![]() |
| Gunung Merapi |
Ada wilayah di lereng gunung Merapi yang terkenal dengan keangkerannya.
Wilayah tersebut adalah wilayah yang disebut sebagai Pasar Bubrah atau yang
dikenal warga sebagai tempat Pasar Setan/Jin maupun yang dipercaya tempat
dedemit (makhluk astral) bertransaksi di kawasan puncak Merapi.
Mitos lainnya, Pasar Bubrah atau Pasar Setan ini merupakan pusat
kerajaan setan atau dedemit penguasa Merapi. Sehingga, bila seorang pendaki
berbuat atau berpikiran tidak bersih, maka akan secara tidak sengaja disesatkan
atau dibuat bingung para makhluk halus penguasa Merapi.
Seperti yang dikutip dari wisatamistisjogja.blogspot.com penduduk di daerah Gunung Merapi
mempunyai kepercayaan adanya tempat-tempat angker atau sakral. Tempat angker
tersebut dipercayai sebagai tempat-tempat yang telah dijaga oleh makhluk halus.
Di mana tempat itu tidak dapat diganggu dan tempat tersebut mempunyai kekuatan
gaib yang harus dihormati.
Penduduk maupun pendaki Merapi pantang untuk melakukan kegiatan seperti
menebang pohon, merumput dan mengambil ataupun memindahkan benda-benda yang ada
di daerah tersebut. Selain itu ada juga pantangan untuk tidak berbicara kotor,
kencing atau buang air besar, karena akan mengakibatkan rasa tersinggung
makhluk halus yang menghuni disitu.
Selain kawasan Pasar Bubrah, tempat yang angker di Gunung Merapi adalah
kawah Merapi sebagai istana dan pusat keraton makhluk halus Gunung Merapi. Di
bawah puncak Gunung Merapi ada daerah batuan dan pasir yang bernama Pasar
Bubrah yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tempat yang sangat angker.
Pasar Bubrah tersebut dipercaya masyarakat sebagai pasar besar Keraton
Merapi dan pada batu besar yang berserakan di daerah itu dianggap sebagai
warung dan meja kursi makhluk halus.
Bagian dari keraton makhluk halus Merapi yang dianggap angker adalah
Gunung Wutoh yang digunakan sebagai pintu gerbang utama Keraton Merapi. Gunung
Wutoh dijaga oleh makhluk halus yaitu ‘Nyai Gadung Melati’ yang bertugas
melindungi linkungan di daerah gunungnya termasuk tanaman serta hewan.
Selain tempat yang berhubungan langsung dengan Keraton Merapi ada juga
tempat lain yang dianggap angker. Daerah sekitar makam Sjech Djumadil Qubro
merupakan tempat angker karena makamnya adalah makam untuk nenek moyang
penduduk dan itu harus dihormati.
Selanjutnya tempat-tempat lain seperti di hutan, sumber air, petilasan,
sungai dan jurang juga dianggap angker. Beberapa hutan yang dianggap angker
yaitu Hutan Patuk Alap-alap dimana tempat tersebut digunakan untuk tempat
penggembalaan ternak milik Keraton Merapi, Hutan Gamelan dan Bingungan serta
Hutan Pijen dan Blumbang. Bukit Turgo, Plawangan, Telaga putri, Muncar, Goa
Jepang, Umbul Temanten, Bebeng, Ringin Putih dan Watu Gajah.
Beberapa jenis binatang keramat tinggal di hutan sekeliling Gunung
Merapi dimiliki oleh Eyang Merapi. Binatang hutan, terutama macan putih yang
tinggal di hutan Blumbang, pantang ditangkap atau dibunuh. Selanjautnya kuda
yang tinggal di hutan Patuk Alap-alap, di sekitar Gunung Wutoh, dan di antara
Gunung Selokopo Ngisor dan Gunung Gajah Mungkur adalah dianggap/dipakai oleh
rakyat Keraton Makhluk Halus Merapi sebagai binatang tunggangan dan penarik
kereta.
Di puncak Merapi ada sebuah Keraton yang mirip dengan keraton Mataram,
sehingga di sini ada organisasi sendiri yang mengatur hirarki pemerintahan
dengan segala atribut dan aktivitasnya. Keraton Merapi itu menurut kepercayaan
masyarakat setempat diperintah oleh kakak beradik yaitu Empu Rama dan Empu
Permadi.
Seperti halnya pemerintahan sebagai sebagai Kepala Negara (Empu Rama dan
Empu Permadi) melimpahkan kekuasaannya kepada Kyai Sapu Jagad yang bertugas
mengatur keadaan alam Gunung Merapi. Berikutnya ada juga Nyai Gadung Melati,
tokoh ini bertugas memelihara kehijauan tanaman Merapi.
Ada Kartadimeja yang bertugas memelihara ternak keraton dan sebagai
komando pasukan makhluk halus. Ia merupakan tokoh yang paling terkenal dan
disukai penduduk karena acapkali memberi tahu kapan Merapi akan meletus dan apa
yang harus dilakukan penduduk untuk menyelamatkan diri. Tokoh berikutnya Kyai
Petruk yang dikenal sebagai salah satu prajurit Merapi.
Begitu besarnya jasa-jasa yang telah diberikan oleh tokoh-tokoh penghuni
Gunung Merapi, maka sebagai wujud kecintaan mereka dan terima kasih terhadap
Gunung Merapi masyarakat di sekitar Gunung Merapi memberikan suatu upeti yaitu
dalam bentuk upacara-upacara ritual keagamaan. Sudah menjadi tradisi keagamaan
orang Jawa yaitu dengan mengadakan selamatan atau wilujengan, dengan melakukan
upacara keagamaan dan tindakan keramat.
Upacara Selamatan Labuhan diadakan secara rutin setiap tahun pada
tanggal kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni tanggal 30 Rajab. Upacara
dipusatkan di dusun Kinahrejo desa Umbulharjo. Di sinilah tinggal sosok
Almarhum Mbah Marijan sebagai juru kunci Gunung Merapi yang sering bertugas
sebagai pemimpin upacara labuhan. Yang kini telah digantikan oleh Mas Asih sang
anak sebagai pewaris juru kunci Merapi.
Di Selo setiap tahun baru Jawa 1 Suro diadakan upacara Sedekah Gunung,
dengan harapan masyarakat menjadi aman, tentram dan sejahtera, dengan panen
yang melimpah. Upacara ini disertai dengan menanam kepala kerbau di puncak
Merapi atau di Pasar Bubrah.
Dan jangan lupa untuk selalu Follow dan Like
Facebook : JELAJAHI INDONESIA
Dan jangan lupa lagi di Share ya .. Share kalian bermanfaat bagi blog ini :)
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon